Home » Info » Dalam Sehari, ‘Uang Sakti’ Bitcoin Anjlok, dari Rp 10 Juta Jadi Rp 6 Jutaan!

Dalam Sehari, ‘Uang Sakti’ Bitcoin Anjlok, dari Rp 10 Juta Jadi Rp 6 Jutaan!

Monday, January 27th 2014. | Info

‘Uang Sakti’ Bitcoin Anjlok, dari Rp 10 Juta Jadi Rp 6 Jutaan Dalam Sehari
Angga Aliya – detikfinance
Selasa, 17/12/2013 11:25 WIB

Jakarta -Fluktuasi nilai tukar bitcoin kembali terbukti. Kali ini nilai tukarnya anjlok dari awalnya sekitar Rp 10 jutaan menjadi hanya Rp 6 jutaan. Koreksi ini terjadi hanya dalam satu hari.

Seperti dikutip dari data perdagangan nilai tukar bitcoin di Mt. Gox, Selasa (17/12/2013), hingga pukul 11.10 WIB nilai bitcoin berada di US$ 698 dengan titik terendahnya di US$ 678 dan tertinggi US$ 919. Rentang yang cukup lebar antara titik tertinggi dan terendah.

Bandingkan dengan posisi kemarin yang nilainya berada di kisaran US$ 900 bahkan mendekati US$ 1.000. Berdasarkan pantauan detikFinance, hanya dalam hitungan menit saja, harga bitcoin bisa melompat naik atau anjlok sebanyak US$ 20-50 (Rp 200.000-500.000).

Kabarnya pelemahan ini akibat larangan terbaru dari People’s Bank of China (PBOC) yang tidak akan melayani bisnis pihak ketiga yang memfasilitasi jual beli menggunakan bitcoin.

Salah satu kontributor New York Times di China mengatakan semua mata uang digital pun terkena koreksi akibat larangan baru ini, salah satunya adalah Litecoin.

“PBOC tidak suka akan hal ini, juga tidak mau mata uang digital menjadi spekulatif tidak jelas seperti sekarang ini. Sulit sekali kalau menentang PBOC,” katanya seperti dikutip dari Business Insider.

Sebelumnya perbankan di China juga sudah mengeluarkan larangan terhadap bitcoin ini dengan tidak memproses setiap transaksi yang menggunakan bitcoin. Nah, larangan baru ini meminta pihak ketiga yang selama ini berhubungan dengan perbankan di China untuk ikut menolak transaksi bitcoin

Dengan demikian para pengguna bitcoin yang hanya bisa bertransaksi melalui sesama trader atau miner langsung. CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan mengungkapkan, pasar di China sekarang sangat menentukan naik turunnya Bitcoin. Pasalnya, 59% lebih bitcoin beredar di China.

“Ada rilis dari China bahwa ada fee khusus dan larangan soal Bitcoin. BTCChina salah satu tempat penukaran Bitcoin di China membebankan 0,3% trading fee. Sehingga menyebabkan penurunan harga,” kata Oscar kepada detikFinance.

Menurutnya, jika terjadi sesuatu terhadap Bitcoin di China maka pergerakannya direspons secara global. “China paling berpengaruh karena transaksi per harinya itu mencapai Rp 1 triliun,” kata Oscar menambahkan.

Bitcoin ini, sambung Oscar pergerakan harganya ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Ketika permintaan Bitcoin tinggi maka sudah pasti harganya pun melambung.

“Tetapi saya yakin tidak akan mencapai US$ 200 per 1 Bitcoin,” tuturnya.

“Kejadian seperti ini terjadi pada 5 Desember. Itu pun terjadi karena China mempertegas posisi Bitcoin. Nanti biasanya bounce back setelah keadaan normal,” imbuh Oscar.

Sumber: http://finance.detik.com/read/2013/12/17/112133/2444122/5/2/uang-sakti-bitcoin-anjlok-dari-rp-10-juta-jadi-rp-6-jutaan-dalam-sehari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *